Selasa, 30 Desember 2008
Too Much!
Senang....
Bahagia....
Bersyukur....
Sedih....
Marah....
Kecewa....
Semua perasaan yang saling bertolak belakang itu seolah berlomba untuk memaksa “keluar”...Tapi lagi2 tak bisa!.....
Terlalu banyak….dan tak bisa!!
Jumat, 26 Desember 2008
Feelin' Guilty of Commercialism!
Well, mungkin rasa bersalah ini memang tidak akan muncul jika saja hasil yang mereka ajukan tidak membuat kami ragu untuk membawanya ke hadapan klien…Klien yang sepenuhnya punya hak untuk menolak mentah-mentah ajuan kita jika dinilai tidak komersil...
–KOMERSIL-… Mas Danis tadi bilang : “Idealisme nggak akan ngehasilin duit disini…Yang kita butuhin adalah komersialisme!”
Miris!! Dalam hati kecil aku ingin sekali mendebatnya…but He’s so damn right!! Dia benar saat kita berpijak di dunia nyata…Dunia nyata yang tidak akan pernah bisa dijalani tanpa duit…Duit yang hanya bisa didapatkan dengan cara bekerja! Dan bekerja….Fiuuhhh....itu adalah ‘dunia’ paling complicated yang pernah kumasuki! Sama complicated-nya seperti posisi kami siang tadi!
But that’s a real life…..and badly…..I live in a real life!!
Rabu, 24 Desember 2008
Ngantuk Tiada Tara
Entah sudah berapa liter air putih yang kutenggak untuk menormalkan tubuhku yang terasa ‘melayang’ hari ini…
Pulang kerja jam 9 malam, semangat sekali aku untuk langsung tidur ‘membayar’ ngantuk seharian kemarin. Tiba dirumah Mamaku tercinta sedang asik menggunakan kalkulator menjumlahkan sesuatu dari lembaran putih yang berserakan di meja makan (well, dia memang senang melakukan apapun disana). Menyapanya sebentar langsung pergi mandi…Begitu hendak kembali ke kamar tiba-tiba dia bertanya, “Teh, bisa bantuin Mamah nggak nanti?”. “Nanti kapan Mam?”, aku bertanya balik. “Ya nanti kalau Teteh udah makan sama nggak terlalu
Aku pikir siapapun yang memiliki orang tua berstatus GURU pasti pernah kebagian ‘tugas rutin’ setiap akhir semester anak sekolah : Mengisi Raport!
Aku selalu melakukannya sejak Mama menilai aku ‘mampu’ diberi tanggung jawab semacam itu…sejak SMA seingatku. Bedanya, dulu aku sering mengeluh untuk itu..tapi sekarang setelah aku semakin dewasa…aku semakin menghargai apapun yang dia minta dariku.
Hampir ¾ hidupnya dia habiskan dengan mengabdi menjadi seorang guru…bahkan lebih lama dari umur Kakakku sekalipun,…mungkin sekitar 31 tahun. Dia yakin bahwa hidupnya akan sempurna jika ilmu yang dia miliki dapat dibagikan pada orang lain…Dia selalu bangga akan profesinya, aku bisa melihat matanya berbinar setiap menceritakan pengalamannya mengajar berbagai macam murid di bebeberapa sekolah yang berbeda. Sebagai catatan, dia tidak pernah mengajar di sekolah yang strata ekonomi muridnya ada di kelas menengah ke atas. Dia sering kebingungan saat murid-muridnya tidak mampu membayar 5 ribu rupiah untuk peralatan kerajinan standar sedangkan Diknas mengharuskan sekolah mengadakan mata pelajaran Keterampilan. Hebatnya, dia selalu mempunyai jalan keluar yang sangat meringankan beban financial orang tua para murid. Aku masih ingat dia sampai pernah menampung salah seorang muridnya yang sangat pintar tapi tidak mampu melanjutkan sekolah di rumah kami sampai ia menyelesaikan jenjang SMP-nya. “Menanam kebaikan nggak akan pernah ngerugiin, Teh!” saat aku ‘protes’ karena aku tahu seberapa besar gajinya saat itu (Gaji Guru SD dengan 3 orang anak yang masih sekolah?!!)
Jam 2 malam…akhirnya beres juga semuanya! Aku bertanya apa masih ada yang bisa kubantu, karena kulihat dia masih berkutat dengan lebaran-lembaran putih itu. “Udah kok, Teteh tidur aja.”, ujarnya sambil menguap. Aku pun beranjak menuju kamarku…baru dua langkah, dari belakang aku mendengarnya mengucapkan “Makasih!”………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..Ah Tuhanku…aku tak sanggup membalikkan badan untuk melihat wajahnya karena entah kenapa satu kata itu mampu membuatku ingin menangis. “U don’t have to say it, Mum! U really not supposed to do!”. Bagaimana mungkin aku layak mendapatkan ucapan terima kasih untuk hal sekecil itu dari perempuan yang telah melakukan segala hal dan memberikan hidupnya untukku?.....
Dan aku pun tertidur nyenyak semalaman…walaupun hanya 3 jam saja! (well, aku tidak bekerja di perusahaan nenekku
Ngantuk lagi…”melayang” malah rasanya tubuhku…Hari ini sudah kubulatkan lagi tekadku dan tidak ada yang boleh menghalanginya lagi…Aku harus tidur awal nanti malam! No lembur! No Mampir2! No Anything!
“Yang nggak ikut nonton Madagaskar 2 pulang kantor ntar, bakal dimusuhin!”. Ultimatum itu dengan semena-mena dikeluarkan oleh teman-teman sekantorku.………………………………………………………………………………………………
Terbayang lagi kasur dan selimut kesayanganku…………………………………………...
OH NOOOOO……!!!!!
Selasa, 23 Desember 2008
I know it's too late, but....
So many times we shared, laughs n tears...
And after all u've done for me...still i made u mad sometimes...
Yeah we're not always on the same opinion actually...
But watching how hard u fight for me just by ur self....
Then i can't say anythin but I LUV U SOOOO MUCH!!!
Thank u for being my very bestfriend ever....
Please-please-please....give time to make u trully happy....
Coz that's the reason i live!
I know it's too late, but
HAPPY MOTHER DAY, MUM....!!
With Luv,
Ur Gurl
White Horse n Black One
Aku jadi teringat lagi balasan sms salah seorang sahabatku 2 minggu yang lalu ketika aku bercerita padanya tentang "mimpi buruk"ku di Minggu siang itu...Tidur siang untuk 'menghilangkan' kesedihan karena berita tentang the prince with the white horse was dating with another lovely gurl ternyata bukan good idea at all!!
Ah damn...Ngantuk sekali rasanya seharian ini...Semalaman tadi aku tidak bisa tidur karena senewen setengah mampus menyangkal perasaan sialan ini...
Coz i felt like.......i miss a man with that black one!!.............
Oh no Lord...Please no!!